Sekapur Sirih

Bismillahirahmanirrahim,
Assalamualaikum wr wb,

Dengan Bismillah membuka kata
Menyampaikan niat kami yang ada
Jika mendapat ridho Yang Kuasa
Hendak belajar berkata - kata

Saya jemput tuan dan puan
Beserta segala sanak saudara
Kiranya sudi keblog yg ada
Memberi restu beserta doa

Cari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat

Cari olehmu akan guru
Yang boleh taukan tiap seteru

Cari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan

(Gurindam Dua Belas pasal keenam)

Salam sejahtera buat semua tuan dan puan, selamat datang di blog pribadi kami,mohon kritik dan saran karna masih dalam pembelajaran, mari berbagi pengalaman diberbagai hal, kecil telapak tangan nyiru kami tadahkan....

Wassalam

BERJAMAAH DI MASJID AGUNG NATUNA

Saudaraku kaum muslimin dan muslimat, pemerintah Kabupaten Natuna sampai dengan hari ini sangat konsen dengan Pencapaian Natuna MAS 2020, terutama bidang Keimanan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kehadiran Masjid Agung di Komplek Gerbang Utaraku merupakan salah satu bentuk pengejawantahan Menuju Masyarakat Adil dan Sejahtera,.
Ayo saudara kita ramaikan alias berjamaah disana, Bupati Natuna disetiap kesempatan selalu mengajak khususnya PNS dilingkungan Pemkab Natuna untuk senantiasa berjamaah 5 waktu.
Adayang sangat menarik disana yaitu kebersamaan para pejabat Daerah terutama Muspida yang berbaur dengan masyarakat, setiap shalat lima waktu selalu berbaur ulama,umara' dan umat.
Setelah shalat berjamaah senantiasa dilaksanakan kuliah tujug menit, khususnya Mahgrib setelah ceramah agama jelang Isya dilaksanakan ngopi dan ngeteh bareng di teras masjid dengan menu, kurma, goreng ubi dan pisang goreng, Subhanallah.



.... Selengkapnya

14 Mei 2009 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (1)  

RUMAH PANCASILA


Ketika saya mengatakan " I am Pancasilaist ", sebagian orang akan memberikan apresiasi positif, yang artinya mereka juga bergumam " me too ", akan tetapi sebagian besar lainnya akan memberikan apresiasi yang sebaliknya, baik tersirat di hati, mencibir, bahkan dengan bahasa sarkasme, " huh sok pancasilais, sok nasionalis ". Mungkin bagi mereka, saya serasa menjadi orang yang aneh, atau dalam bahasa gaul mereka bilang " hari gini ngomongin Pancasila, capek deeh.." Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cara mereka menyikapi, karena setiap orang mempunyai hak untuk menilai seberapa besar Pancasila bisa memberikan pengaruh dalam hidupnya.

Pancasila tidak akan berarti apa-apa tanpa kita yang membuat berarti. Karena dia hanya sebuah ideologi, bukan sebuah peraturan yang mengikat, yang mengharuskan seseorang menjalani sebagai sebuah kewajiban. Sebuah ideologi bisa bersifat aqidah aqliyyah, aqidah yang melalui proses berpikir yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan. Ideologi adalah untuk mendefinisikan "sains tentang ide", yang dianggap sebagai visi yang komprehensif sebagai cara memandang sesuatu secara akal sehat dan beberapa kecenderungan filosofis. Tetapi ideologi bukanlah semata-mata pemikiran teoritis, melainkan dapat dijelmakan secara operasional dalam kehidupan.

Lepas dari pro dan kontra tentang pengamalan Pancasila, sebagai anak bangsa, saya tetap merasa takjub dengan ide dan pemikiran para founding fathers kita hingga tercipta "Pancasila". Mereka telah mengemas sedemikian sempurna dengan menyeimbangkan sisi historis, geografis, sosiologis dan filosofi bangsa kita. Dengan melihat sejarah, kondisi geografis dan sosiologis bangsa kita, mereka seolah-olah telah melihat ke depan, seperti apa nanti bangsa kita, hingga Pancasila tak akan lekang oleh waktu, dan tetap relevan sampai kapanpun.

Bukan hanya filosofi kelima sila dalam Pancasila yang dalam refleksinya ternyata saling kait mengkait dan tidak akan bisa berdiri sendiri-sendiri, atau penjabaran ke 45 butir-butir Pancasila, tetapi lebih detailnya adalah essensi dari nilai-nila Pancasila itu sendiri yang sangat kompetibel untuk kondisi bangsa kita, dulu, sekarang dan nanti.

Bangsa ini mempunyai berbagai macam kebudayaan dan agama yang disebabkan oleh masyarakat yang multikultural dan bercorak majemuk (plural society) serta berkekuatan primordial. Ini merupakan sebuah " spesikasi khusus" yang mungkin tidak dimiliki oleh bangsa lain. Apabila masyarakatnya dapat hidup berdampingan, saling menghargai nilai-nilai budaya itu dan toleransi selalu hadir dalam bentuk dominasi dan hegemoni tanpa membedakan suku, agama, budaya gender, bahasa dan kebiasaan, maka Pancasila tidak saja hanya hadir sebagai sebuah wacana tetapi menjadi " patokan dan pedoman etika dan moral ".

Bahwa jika dalam perjalanan waktu kemudian ditemukan fakta nilai-nilai Pancasila telah ada pada jaman raja-raja kita dulu, itu merupakan sebuah kekayaan historis yang semakin menambah khazanah kita bahwa arti kata Pancasila memang benar-benar "sakti".

Disebutkan bahwa Pancasila disarikan dari Dhasasila yang terdapat dalam kitab Sutasoma, yang berisi petuah-petuah Sutasoma kepada raja-raja yang meminta nasehat agar pemerintahannya membawa kemakmuran bagi rakyatnya, yang isinya antara lain :
1. Janganlah menyakiti perasaan orang lain
2. Janganlah menjatuhkan hukuman yang tidak adil
3. Janganlah menjarah harta rakyatmu
4. Janganlah menunda kebaikan terhadap mereka yang kurang beruntung
5. Mengabdilah kepada mereka yang sadar
6. Janganlah menjadi sombong walau banyak yang menghormatimu
7. Janganlah menjatuhkan hukuman mati, kecuali menjadi tuntutan keadilan
8. Adalah yang terbaik jika kamu tidak takut mati
9. Bersabar dalam keadaan susah
10. Adalah yang terbaik jika berjiwa besar dan memberi tanpa pilih kasih

Atau selain kitab Sutasoma, Pancasila ditemukan juga dalam kitab Negara Kertagama yang berupa kakawin (syair pujian) buatan pujangga Mpu Prapanca, yang berisi :
1. Tidak boleh melakukan kekerasan (Ahimsa)
2. Tidak boleh mencuri (Asetya)
3. Tidak boleh berjiwa dengki (Indriyu nigraha)
4. Tidak boleh bohong (amrsawada)
5. Tidak boleh mabuk minuman keras/obat terlarang (dawa)

Dan dalam Kepustakaan Budha di India pada kitab Tripitaka, yang berisi 3 macam buku besar, Suttha Tripitaka, Abhidama Pitaka dan Vinaya Pitaka, juga terdapat perkataan "Pancasila". Ajaran-ajaran moral yang terdapat pada Budha adalah Dasasyiila, Saptasyiila dan Pancasyiila.
Ajaran Pancasyiila menurut Budha adalah 5 aturan/larangan atau five moral principles, yaitu :
1. Panati pada veramani sikhapadam samadiyani, yaitu jangan mencabut nyawa makhluk hidup atau dilarang membunuh.
2. Dinna dana veramani sikhapadam samadiyani, yaitu jangan mengambil barang yang tidak diberikan atau mencuri.
3.Kamashu micchacara veramani sikhapadam samadiyani, yaitu jangan berhubungan kelamin dengan orang lain atau berzina
4. Musawada veramani sikhapadam samadiyani yaitu jangan berkata palsu atau dilarang berdusta.
5. Sura meraya masjja pamada tikana veramani, yaitu jangan meminum minuman yang menghilangkan pikiran yang dimaksud minuman keras.

Dan setelah Majapahit runtuh serta agama Islam mulai menyebar ke seluruh Nusantara, maka sisa-sisa pengaruh ajaran moral Budha (Pancasyiila) dikenal dalam masyarakat dengan 5 larangan moralitas atau Mo Limo,
yaitu Dilarang :
1. Mateni, artinya membunuh
2. Maling, artinya mencuri
3. Madon, artinya berzina
4. Mabok, artinya meminum minuman keras/menghisap ganja
5. Main, artinya berjudi

Jadi bisa bayangkan betapa 'keramat'nya arti Pancasila, baik secara etimologis maupun filosofis, baik dalam kehidupan kita di masa lampau maupun masa kini. Sangat disayangkan jika kita sebagai generasi penerus yang hanya bertugas meneruskan amanah para founding fathers, hanya bisa berpangku tangan, dan bersikap apatis.

Kita tidak perlu meributkan kondisi bangsa ini jika kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sekecil apapun upaya yang kita lakukan jika itu untuk kepentingan bangsa dan negara, itu akan sangat berarti sekali. Kita tentu tidak ingin mengulang keruntuhan Majapahit, yang karena kebodohan pemimpin dan rakyatnya, akhirnya hancur tanpa berbekas.

.... Selengkapnya

10 Mei 2009 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (1)  

OH ANTASARI ANTAH BERANTAH


Ha ini dia sicantik yang konon dalam minggu - minggu ini top dibuat media masa, yah siapa yang tak kenal..tapi dia kemana yah ada yang tau....pak Antasari tau ngak yah...atau dah .....


Profesi Rhani Juliani sebagai caddy golf membuatnya berinteraksi dengan para pejabat. Selain Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar, Rhani juga dikabarkan pernah melayani para atasan antasari di Kejaksaan."Para pemain golf setiap akan main kan memerlukan caddy. Dari sekian banyak cewek yang jadi caddy ada yang mananya Rhani. Saya dengar Rhani biasa melayani antara lain beberapa orang kejaksaan yang pangkatnya lebih tinggi dari Antasari," kata kuasa hukum Antasari, M Assegaf, saat dihubungi detikcom, Kamis (7/5/2009).Meski begitu, Assegaf tidak tahu menahu apakah hubungan antara para atasan Antasari itu dengan Rhani hanya sebatas pada permainan golf atau ada hubungan lebih."Caddy itu kan pemungut bola dan pembawa tas saja, tapi kan cewek. Apakah ada hubungan lebih jauh atau tidak, saya tidak tahu," ucap Assegaf.Seperti diketahui, sebelum menjabat sebagai Ketua KPK, Antasari pernah menjabat sebagai Direktur Penuntutan Jampidum Kejaksaan Agung.


.... Selengkapnya

06 Mei 2009 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (0)  

MENYIAPKAN TRANSPORTASI LAUT YANG AMAN


Wajah transportasi laut Indonesia khususnya Kabupaten Natuna sedang suram saat ini akibat beberapa kecelakaan transportasi yang terjadi beruntun di dalam negeri dan kampung ini. Seolah musibah ini datang silih berganti, baik itu transportasi udara, darat, maupun laut. Korban jiwa yang jatuh dalam satu tahun terakhir ini pun tidak bisa dianggap sedikit.

Ada sebuah alternatif khususnya di kawasan Serasan dan Subi yaitu dengan mempercepat pembangunan Dermaga Laut yang aman dari angin musiman dan dekat dengan pemukiman serta percepatan pembangunan bekas bandara peninggalan Jepang di Pulau Subi.

Kebutuhan akan transportasi yang aman dan nyaman merupakan hal penting yang harus diperhatikan pemerintah. Indonesia adalah negara kepulauan yang tentu saja memiliki kebutuhan alat transportasi antar pulau yang tinggi. Saat ini kegiatan mobilitas penduduk antar pulau dilayani dengan kapal laut dan pesawat udara. Selain kedua alat transportasi ini apakah ada alternatif lain?

Dari segi waktu tempuh, jelas pesawat udara jauh lebih unggul dari kapal laut. Namun, untuk jarak dekat misalnya untuk penyebrangan antar pulau, kapal laut lah pilihan yang tepat. Mungkinkah kita menggabungkan keduanya, menciptakan kapal laut yang bersayap dan dapat terbang? Jawabnya adalah sangat mungkin.

Kapal bersayap adalah pesawat terbang yang sengaja dirancang untuk terbang rendah. Tujuannya adalah untuk mendapatkan efek permukaan (ground effect) yang berguna menambah gaya angkat. Kendaran jenis ini dikenal dengan nama Wing in Ground/Surface Effect (WiGE atau WiSE). Dibandingkan dengan kapal laut, WiSE memiliki keunggulan yaitu meniadakan gaya hambat dari air laut karena telah berada beberapa centi diatas permukaan laut dan pada akhirnya tentu saja kecepatan yang didapat lebih tinggi, waktu tempuh singkat, dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Prinsipnya, WiSE manfaatkan efek pemampatan udara permukaan yang terjadi pada objek benda yang terbang rendah. Efek tambahan gaya angkat ini dipertahankan dengan memilih kecepatan terbang yang sesuai dan bentuk aerodinamik yang sesuai pula.

Gaya angkat pada sayap terbangkit akibat adanya perbedaan tekanan dipermukaan atas dan permukaan bawah sayap akibat gerak relatif udara terhadap sayap. Namun, konsekuensi dari perbedaan tekanan ini adalah terjadinya ‘kebocoran’ tekanan di ujung tepi sayap (wing tip) dan terjadi kerugian gaya angkat. Saat terbang rendah, downwash yang tercipta di tepi sayap ini ‘terhalang’ oleh permukaan, sehingga didapatllah tambahan gaya angkat.





WiSE craft memang belum dikenal di Indonesia. Namum bukan berarti janis kendaraan ini belum pernah ada didunia. Beberapa konsep WiSE craft yang telah ada antara lain KM Ekranoplan dan Lun Ekranoplan buatan Uni Soviet dan Pelikan yang dibuat oleh Boeing. Sudah seharusnya lah WiSE menjadi pilihan alternatif untuk Indonesia mengingat profil geografis Indonesia yang sangat cocok untuk WiSE.

Saat ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah mengembangkan dan merancang prototipe kapal bersayap ini. Dalam pengerjaanya, BPPT bekerjasama dengan institusi pendidikan seperti ITB dan ITS. WiSE craft-8, yang saat ini sedang dikerjakan, menggunakan material komposit dengan tenaga penggerak single propeler. Kapal bersayap ini memiliki kapasitas 8 penumpang dan mampu terbang rendah dengan kecepatan 80 -120 knots, atau tiga kali lebih cepat dari kapal laut biasa.

Harapan kedepan semoga saja alat transportasi WiSE dapat dikembangkan oleh industri nasional untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut nasional. Kabarnya, prototipe WiSE craft 8 BPPT-ITB saat ini sedang dibuat di daerah Serang, Banten. Kita tunggu saja.


.... Selengkapnya

04 Mei 2009 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (0)  

MUSIBAH DI LAUT SERASAN









.... Selengkapnya

03 Mei 2009 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (0)  

MENILIK LAHIRNYA KOTA RANAI

Desember 1790, merupakan peristiwa sejarah yang menunjukan lambang kejayaan dan kegagahan masyarakat Kepulauan Natuna termasuk Ranai melawan kolonial Belanda, yang pada masa itu dipegang oleh Datuk Kaya Wan Moehammad Senibung. Sehingga secara psikologis, apabila moment Desember 1970 diangkat hari jadi Kota Ranai merupakan manifestasi dari kemenagan, kejayaan dan kecemerlangan masyarakat Natuna khusunya Ranai.

Dengan demikian, apabila tahun 2009 sebagai Ulang Tahun Perdana maka merupakan Ulang Tahun Yang ke 219. Sedangkan Penentuan tanggalnya pada bulan Desember, dapat dimusyawarahkan dengan para tetuan dan sesepuh Kota Ranai, yang memperkirakan sebuah tanggal pada bulan Desember memiliki makna dan keistimewaan tersendiri.

Sebuah Pilihan tanggal , adalah tanggal 11 Desember 2009 yang merupakan hari Jum'at minggu kedua pada bulan tersebut. Hari Jum'At merupakan penghulu hari yang mempunyai kelebihan atau fadhilat yang besar bagi umat Islam, Angka 11 dipilih merupakan angka ganjil dimana Allah menyukai angka ganjil.


.... Selengkapnya

24 April 2009 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (1)  

Protokoler

Serangkaian aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sehubungan dengan penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan atau kedudukannya dalam negara , pemerintah atau masarakat......nah itu tugas Sang protokol.


.... Selengkapnya

23 April 2009 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (0)  

Tragedi Laut Serasan