Sekapur Sirih

Bismillahirahmanirrahim,
Assalamualaikum wr wb,

Dengan Bismillah membuka kata
Menyampaikan niat kami yang ada
Jika mendapat ridho Yang Kuasa
Hendak belajar berkata - kata

Saya jemput tuan dan puan
Beserta segala sanak saudara
Kiranya sudi keblog yg ada
Memberi restu beserta doa

Cari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat

Cari olehmu akan guru
Yang boleh taukan tiap seteru

Cari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan

(Gurindam Dua Belas pasal keenam)

Salam sejahtera buat semua tuan dan puan, selamat datang di blog pribadi kami,mohon kritik dan saran karna masih dalam pembelajaran, mari berbagi pengalaman diberbagai hal, kecil telapak tangan nyiru kami tadahkan....

Wassalam

LAMA TAK BERSUA




Subhanallah, sungguh begitu lama tidak hadir bersama rekan2 bloger, hanya karena lupa pasword.....luar biasa .....


.... Selengkapnya

16 Januari 2010 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (2)  

Dunia Gila

http://berita-lampung.blogspot.com/2010/01/tuhan-wajib-setubuhi-calon-pengantin.html

.... Selengkapnya

15 Januari 2010 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (1)  

PARA PENCARI TUHAN










.... Selengkapnya

Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (0)  

Natunaku Jangan Bersedih






.... Selengkapnya

Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (0)  

BERJAMAAH DI MASJID AGUNG NATUNA

Saudaraku kaum muslimin dan muslimat, pemerintah Kabupaten Natuna sampai dengan hari ini sangat konsen dengan Pencapaian Natuna MAS 2020, terutama bidang Keimanan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kehadiran Masjid Agung di Komplek Gerbang Utaraku merupakan salah satu bentuk pengejawantahan Menuju Masyarakat Adil dan Sejahtera,.
Ayo saudara kita ramaikan alias berjamaah disana, Bupati Natuna disetiap kesempatan selalu mengajak khususnya PNS dilingkungan Pemkab Natuna untuk senantiasa berjamaah 5 waktu.
Adayang sangat menarik disana yaitu kebersamaan para pejabat Daerah terutama Muspida yang berbaur dengan masyarakat, setiap shalat lima waktu selalu berbaur ulama,umara' dan umat.
Setelah shalat berjamaah senantiasa dilaksanakan kuliah tujug menit, khususnya Mahgrib setelah ceramah agama jelang Isya dilaksanakan ngopi dan ngeteh bareng di teras masjid dengan menu, kurma, goreng ubi dan pisang goreng, Subhanallah.



.... Selengkapnya

14 Mei 2009 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (2)  

RUMAH PANCASILA


Ketika saya mengatakan " I am Pancasilaist ", sebagian orang akan memberikan apresiasi positif, yang artinya mereka juga bergumam " me too ", akan tetapi sebagian besar lainnya akan memberikan apresiasi yang sebaliknya, baik tersirat di hati, mencibir, bahkan dengan bahasa sarkasme, " huh sok pancasilais, sok nasionalis ". Mungkin bagi mereka, saya serasa menjadi orang yang aneh, atau dalam bahasa gaul mereka bilang " hari gini ngomongin Pancasila, capek deeh.." Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cara mereka menyikapi, karena setiap orang mempunyai hak untuk menilai seberapa besar Pancasila bisa memberikan pengaruh dalam hidupnya.

Pancasila tidak akan berarti apa-apa tanpa kita yang membuat berarti. Karena dia hanya sebuah ideologi, bukan sebuah peraturan yang mengikat, yang mengharuskan seseorang menjalani sebagai sebuah kewajiban. Sebuah ideologi bisa bersifat aqidah aqliyyah, aqidah yang melalui proses berpikir yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan. Ideologi adalah untuk mendefinisikan "sains tentang ide", yang dianggap sebagai visi yang komprehensif sebagai cara memandang sesuatu secara akal sehat dan beberapa kecenderungan filosofis. Tetapi ideologi bukanlah semata-mata pemikiran teoritis, melainkan dapat dijelmakan secara operasional dalam kehidupan.

Lepas dari pro dan kontra tentang pengamalan Pancasila, sebagai anak bangsa, saya tetap merasa takjub dengan ide dan pemikiran para founding fathers kita hingga tercipta "Pancasila". Mereka telah mengemas sedemikian sempurna dengan menyeimbangkan sisi historis, geografis, sosiologis dan filosofi bangsa kita. Dengan melihat sejarah, kondisi geografis dan sosiologis bangsa kita, mereka seolah-olah telah melihat ke depan, seperti apa nanti bangsa kita, hingga Pancasila tak akan lekang oleh waktu, dan tetap relevan sampai kapanpun.

Bukan hanya filosofi kelima sila dalam Pancasila yang dalam refleksinya ternyata saling kait mengkait dan tidak akan bisa berdiri sendiri-sendiri, atau penjabaran ke 45 butir-butir Pancasila, tetapi lebih detailnya adalah essensi dari nilai-nila Pancasila itu sendiri yang sangat kompetibel untuk kondisi bangsa kita, dulu, sekarang dan nanti.

Bangsa ini mempunyai berbagai macam kebudayaan dan agama yang disebabkan oleh masyarakat yang multikultural dan bercorak majemuk (plural society) serta berkekuatan primordial. Ini merupakan sebuah " spesikasi khusus" yang mungkin tidak dimiliki oleh bangsa lain. Apabila masyarakatnya dapat hidup berdampingan, saling menghargai nilai-nilai budaya itu dan toleransi selalu hadir dalam bentuk dominasi dan hegemoni tanpa membedakan suku, agama, budaya gender, bahasa dan kebiasaan, maka Pancasila tidak saja hanya hadir sebagai sebuah wacana tetapi menjadi " patokan dan pedoman etika dan moral ".

Bahwa jika dalam perjalanan waktu kemudian ditemukan fakta nilai-nilai Pancasila telah ada pada jaman raja-raja kita dulu, itu merupakan sebuah kekayaan historis yang semakin menambah khazanah kita bahwa arti kata Pancasila memang benar-benar "sakti".

Disebutkan bahwa Pancasila disarikan dari Dhasasila yang terdapat dalam kitab Sutasoma, yang berisi petuah-petuah Sutasoma kepada raja-raja yang meminta nasehat agar pemerintahannya membawa kemakmuran bagi rakyatnya, yang isinya antara lain :
1. Janganlah menyakiti perasaan orang lain
2. Janganlah menjatuhkan hukuman yang tidak adil
3. Janganlah menjarah harta rakyatmu
4. Janganlah menunda kebaikan terhadap mereka yang kurang beruntung
5. Mengabdilah kepada mereka yang sadar
6. Janganlah menjadi sombong walau banyak yang menghormatimu
7. Janganlah menjatuhkan hukuman mati, kecuali menjadi tuntutan keadilan
8. Adalah yang terbaik jika kamu tidak takut mati
9. Bersabar dalam keadaan susah
10. Adalah yang terbaik jika berjiwa besar dan memberi tanpa pilih kasih

Atau selain kitab Sutasoma, Pancasila ditemukan juga dalam kitab Negara Kertagama yang berupa kakawin (syair pujian) buatan pujangga Mpu Prapanca, yang berisi :
1. Tidak boleh melakukan kekerasan (Ahimsa)
2. Tidak boleh mencuri (Asetya)
3. Tidak boleh berjiwa dengki (Indriyu nigraha)
4. Tidak boleh bohong (amrsawada)
5. Tidak boleh mabuk minuman keras/obat terlarang (dawa)

Dan dalam Kepustakaan Budha di India pada kitab Tripitaka, yang berisi 3 macam buku besar, Suttha Tripitaka, Abhidama Pitaka dan Vinaya Pitaka, juga terdapat perkataan "Pancasila". Ajaran-ajaran moral yang terdapat pada Budha adalah Dasasyiila, Saptasyiila dan Pancasyiila.
Ajaran Pancasyiila menurut Budha adalah 5 aturan/larangan atau five moral principles, yaitu :
1. Panati pada veramani sikhapadam samadiyani, yaitu jangan mencabut nyawa makhluk hidup atau dilarang membunuh.
2. Dinna dana veramani sikhapadam samadiyani, yaitu jangan mengambil barang yang tidak diberikan atau mencuri.
3.Kamashu micchacara veramani sikhapadam samadiyani, yaitu jangan berhubungan kelamin dengan orang lain atau berzina
4. Musawada veramani sikhapadam samadiyani yaitu jangan berkata palsu atau dilarang berdusta.
5. Sura meraya masjja pamada tikana veramani, yaitu jangan meminum minuman yang menghilangkan pikiran yang dimaksud minuman keras.

Dan setelah Majapahit runtuh serta agama Islam mulai menyebar ke seluruh Nusantara, maka sisa-sisa pengaruh ajaran moral Budha (Pancasyiila) dikenal dalam masyarakat dengan 5 larangan moralitas atau Mo Limo,
yaitu Dilarang :
1. Mateni, artinya membunuh
2. Maling, artinya mencuri
3. Madon, artinya berzina
4. Mabok, artinya meminum minuman keras/menghisap ganja
5. Main, artinya berjudi

Jadi bisa bayangkan betapa 'keramat'nya arti Pancasila, baik secara etimologis maupun filosofis, baik dalam kehidupan kita di masa lampau maupun masa kini. Sangat disayangkan jika kita sebagai generasi penerus yang hanya bertugas meneruskan amanah para founding fathers, hanya bisa berpangku tangan, dan bersikap apatis.

Kita tidak perlu meributkan kondisi bangsa ini jika kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sekecil apapun upaya yang kita lakukan jika itu untuk kepentingan bangsa dan negara, itu akan sangat berarti sekali. Kita tentu tidak ingin mengulang keruntuhan Majapahit, yang karena kebodohan pemimpin dan rakyatnya, akhirnya hancur tanpa berbekas.

.... Selengkapnya

10 Mei 2009 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (1)  

OH ANTASARI ANTAH BERANTAH


Ha ini dia sicantik yang konon dalam minggu - minggu ini top dibuat media masa, yah siapa yang tak kenal..tapi dia kemana yah ada yang tau....pak Antasari tau ngak yah...atau dah .....


Profesi Rhani Juliani sebagai caddy golf membuatnya berinteraksi dengan para pejabat. Selain Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar, Rhani juga dikabarkan pernah melayani para atasan antasari di Kejaksaan."Para pemain golf setiap akan main kan memerlukan caddy. Dari sekian banyak cewek yang jadi caddy ada yang mananya Rhani. Saya dengar Rhani biasa melayani antara lain beberapa orang kejaksaan yang pangkatnya lebih tinggi dari Antasari," kata kuasa hukum Antasari, M Assegaf, saat dihubungi detikcom, Kamis (7/5/2009).Meski begitu, Assegaf tidak tahu menahu apakah hubungan antara para atasan Antasari itu dengan Rhani hanya sebatas pada permainan golf atau ada hubungan lebih."Caddy itu kan pemungut bola dan pembawa tas saja, tapi kan cewek. Apakah ada hubungan lebih jauh atau tidak, saya tidak tahu," ucap Assegaf.Seperti diketahui, sebelum menjabat sebagai Ketua KPK, Antasari pernah menjabat sebagai Direktur Penuntutan Jampidum Kejaksaan Agung.


.... Selengkapnya

06 Mei 2009 Kategori: oleh: Granat Natuna : komentar (0)  

Tragedi Laut Serasan