Sekapur Sirih

Bismillahirahmanirrahim,
Assalamualaikum wr wb,

Dengan Bismillah membuka kata
Menyampaikan niat kami yang ada
Jika mendapat ridho Yang Kuasa
Hendak belajar berkata - kata

Saya jemput tuan dan puan
Beserta segala sanak saudara
Kiranya sudi keblog yg ada
Memberi restu beserta doa

Cari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat

Cari olehmu akan guru
Yang boleh taukan tiap seteru

Cari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan

(Gurindam Dua Belas pasal keenam)

Salam sejahtera buat semua tuan dan puan, selamat datang di blog pribadi kami,mohon kritik dan saran karna masih dalam pembelajaran, mari berbagi pengalaman diberbagai hal, kecil telapak tangan nyiru kami tadahkan....

Wassalam

HANTU JERUK PURUT

Anda pernah mendengar legenda rakyat tentang sosok hantu tanpa
kepala di kuburan Jeruk Purut. Sosok sang hantu tanpa kepala itu sudah
lama menjadi Urban Legend bagi warga Jakarta. Kabarnya, hantu tanpa
kepala itu akan bisa anda lihat apabila mengelilingi kuburan Jeruk
Purut sebanyak tujuh kali. Tidak jelas siapa sebenarnya sosok hantu
tanpa kepala itu. Beredar kabar hantu tanpa kepala itu sebenarnya
adalah seorang Pastur yang dibunuh secara sadis oleh warga sekitar.


Kisah itulah yang coba diangkat Indika Entertainment ke layar lebar.
Produser Shanker mempercayakan Koya Pagayo, sutradara spesialis film
dengan genre horror, untuk membuat film Hantu Jeruk Purut. Tidak ada
bintang ternama yang menjadi pemeran di film ini. Hampir semuanya
adalah pendatang baru, kecuali Angie yang sempat tampil di film Virgin,
beberapa tahun lalu. Meski masih minim jam terbang, namun akting para
pemain di film Hantu Jeruk Purut ini tidak terlalu mengecewakan, meski
bisa dibilang juga tidak bagus-bagus amat.


Aroma ketegangan sudah dibangun sejak adegan pertama yang
menggambarkan seorang penjaga kuburan Jeruk Perut tengah bertugas di
tengah malam. Sambil menenteng radio yang mengumandangkan suara Alam
dengan Mbah Dukunnya, sang penjaga kubur menghisap sebatang rokok untuk
membunuh udara dingin. Tiba-tiba, suara Alam menghilang secara
tiba-tiba dari radionya. Saat tengah mengutak-atik radio bututnya itu,
terdengar suara berat yang meminjam korek api. Penjaga kubur itu
langsung meluluskan permintaan itu, sambil asik mengutak-atik radionya
agar bisa hidup kembali. Saat itulah, ia melihat ada ada sosok hitam
tanpa kepala di hadapannya.


Tidak dijelaskan bagaimana nasib sang penjaga kubur karena scene
berpindah ke tiga remaja, Icha, Alvin dan Adam. Mereka tengah berada di
sebuah pub ketika Adam dan Alvin mengajak Icha untuk mengunjungi
kuburan Jeruk Purut. Mereka penasaran dengan cerita seputar Hantu Tanpa
Kepala. Akhirnya, mereka bertig sepakat untuk mendatangi kubran itu
pada tengah malam. Akibatnya fatal, mereka bertiga tewas secara tragis.


Mitos tentang Kuburan Jeruk Purut yang angker telah menarik minat
Anna, penulis sukses untuk membuat novel tentang hantu jeruk purut. Ia
melakukan riset dan juga merekam suasana kuburan itu dengan


handycam

pada tengah malam. Pada saat tengah mengerjakan script novel itulah,
Anna mulai diganggu oleh sosok mahluk halus yang mengaku bernama Lasmi.
Ia meminta Anna untuk berhenti menulis tentang Hantu Jeruk Purut.
Apabila tidak dipatuhi, Lasmi mengancam akan terus menghantui Anna.
Akan tetapi, Anna tidak bergeming. Ia tetap meneruskan pembuatan novel
tentang Hantu Jeruk Purut. Ancaman Lasmi pun bukan sekadar omong
kosong. Suatu hari, Anna ditemukan tewas secara mengenaskan di rumahnya.


Beberapa saat sebelum meninggal, Anna sempat menelpon Airin untuk
meneruskan novelnya itu. Kebetulan, Airin adalah penggemar semua novel
karya Anna. Ia tidak keberatan dengan permintaan itu. Apalagi setelah
dirinya tahu Anna meninggal dunia saat tengah membuat novel horor
tersebut.


Keputusan Airin untuk meneruskan novel tentang Hantu Tanpa Kepala
itu ditentang oleh sahabat baiknya yaitu Nadine dan Valen. Namun, Airin
mengabaikan permintaan teman-temannya itu. Ia juga tidak terpengaruh
dengan gangguan-gangguan dari sosok Hantu Tanpa Kepala dan juga Lasmi.
Karena tidak mampu mempengaruhi Airin, sosok Hantu Tanpa kepala dan
Lasmi mulai mengganggu Nadine dan Valen. Akankah Airin mengurungkan
niatnya untuk menulis novel tentang Hantu Jeruk Purut itu. Dan kenapa
mahluk halus yang menagku bernama Lasmi itu meminta Airin untuk
menhentikan penulisan novel itu ? Jawabannya bisa anda simak pada film
Hantu Jeruk Purut yang mulai diputar secara serentak di sejumlah kota
di Indonesia dan Malaysia pada 30 November 2006.


Hantu Jeruk Purut sebenarnya lebih tepat dimasukkan ke dalam genre
suspense thriller daripada horror. Karena, terus terang, aspek
ketegangan sangat kental mewarnai film ini daripada aspek horror. Meski
masih ada sejumlah kejanggalan dalam alur cerita, namun hal itu tidak
mengurangi sisi thriller dari film ini.


Bagi anda yang kurang sreg dengan cerita film Hantu Jeruk Purut,
mungkin bisa sedikit terhibur dengan kecantikan dan kemolekan dari para
pemain film ini seperti Angie yang tampil sebagai Airin, dan Sheila
Marcia sebagai Nadine. Setelah gagal dengan Rumah Pondok Indah, Indika
Entertainment sepertinya belum jera untu membuat film dengan genre
horror. Hantu Jeruk Purut tampaknya akan bersaing dengan Kuntilanak
untuk menarik perhatian kalangan Anak Baru Gede (ABG) untuk mau
menyaksikan film ini.

08 November 2008 Kategori: oleh: Granat Natuna :  

0 komentar:


Tragedi Laut Serasan