Sekapur Sirih

Bismillahirahmanirrahim,
Assalamualaikum wr wb,

Dengan Bismillah membuka kata
Menyampaikan niat kami yang ada
Jika mendapat ridho Yang Kuasa
Hendak belajar berkata - kata

Saya jemput tuan dan puan
Beserta segala sanak saudara
Kiranya sudi keblog yg ada
Memberi restu beserta doa

Cari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat

Cari olehmu akan guru
Yang boleh taukan tiap seteru

Cari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan

(Gurindam Dua Belas pasal keenam)

Salam sejahtera buat semua tuan dan puan, selamat datang di blog pribadi kami,mohon kritik dan saran karna masih dalam pembelajaran, mari berbagi pengalaman diberbagai hal, kecil telapak tangan nyiru kami tadahkan....

Wassalam

WASPADA MUSIM UTARA

Sangat menarik brita di Sijori Mandiri,kawan kita menurunkan berita tentang Banjir....wow ..perlu diwaspadai dan ditidak lanjuti...apalagi sudah memasuki musim utara,curah hujan mulai meningkat,kerawanan banjir dan longsong dimana-mana. WASPADA

CERUK - Pekerja penambang pasir Desa Ceruk Kecamatan Bunguran Timur Laut mulai mengurangi aktifitasnya, mengingat sering kalinya terjadi banjir akibat dari pendangkalan DAS (daerah aliran sungai). Dangkalnya DAS mengakibatkan air sungai yang mengalir tidak lagi tertampung, dan aliran sungai dari Gunung Ranai tersumbat sehingga meluap hingga mengenangi pemukimam warga.

Banjir dialami warga setempat bukan pertama kalinya terjadi, terutama akibat penambangan pasir dilakukan masyarakat hingga terjadinya pendangkalan.

Nurfani (65) warga yang ditemui Sijori Mandiri kemarin mengatakan, banjir yang dialami warga sangat mengkhawatirkan. Apalagi banjir terjadi, mengakibatkan aktifitas warga terganggu.

"Banjir terjadi juga menimbulkan kerugian cukup besar.


Selain tanaman warga, sejumlah ternak unggas banyak ditemukan mati dan hilang. Puncak ketinggian banjir bisa mencapai 20 hingga 50 cm," kata Nurafni bercerita.

Di wilayah Kecamatan Bunguran, selain Desa Ceruk juga banyak ditemukan sejumlah titik rawan banjir seperti Air Lakon, Air Lengit, Jalan Hang Tuah. Jika curah hujan turun dalam volume yang cukup besar, Desa Tapao merupakan titik rawan banjir terparah, bahkan pada tahun sebelumnya ketinggian mencapai atap rumah.

Kholid, Kepala Desa Ceruk mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya banjir pada musim penghujan, masyarakat harus lebih sigap dan waspada. Karena akibat banjir yang lama, juga dapat menimbulkan wabah penyakit seperti malaria, muntaber dan penyakit kulit lainnya.

Kholid juga berharap, dengan adanya kunjungan Bupati Natuna Daeng Rusnadi beserta rombongan dalam rangka pencanangan desa siaga sekaligus pelantikan jumantik di desa Ceruk itu, dapat memberikan solusi untuk merubah kondisi yang kerap terjadi setiap musim hujan.(sm/hl)

13 November 2008 Kategori: oleh: Granat Natuna :  

0 komentar:


Tragedi Laut Serasan